Minggu, 20 September 2015
Proses Seleksi Karyawan di PT Central Prima Kelola
BAB
I
Pendahuluan
Latar Belakang
Proses seleksi adalah
serangkaian langkah kegiatan yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar
diterima atau tidak. Langkah-langkah ini mencakup pemaduan kebutuhan-kebutuhan
kerja pelamar dan organisasi. Dalam banyak departemen personalia, penarikan dan
seleksi digabungkan dan disebut Employment function.
Proses
seleksi adalah pusat manajemen personalia. Analisa jabatan, perencanaan sumber
daya manusia, dan penarikan dilakukan terutama untuk membantu seleksi
personalia..
BAB
II
Pembahasan
Seleksi
Pengertian Seleksi
Seleksi
merupakan bagian materi dari operasional manajemen sumber daya manusia yaitu
pengadaan (procurement), sedangkan pengadaan itu sendiri terdiri dari :
perencanaan, perekrutan, seleksi, penempatan, dan produksi. Proses seleksi
merupakan tahap-tahap khusus yang digunakan untuk memutuskan pelamar mana yang
akan diterima. Proses tersebut dimulai ketika pelamar kerja dan diakhiri dengan
keputusan penerimaan. Proses seleksi merupakan pengambilan keputusan bagi calon
pelamar untuk diterima atau tidak.
Menurut
Simamora (2004), seleksi merupakan proses pemilihan dari sekelompok pelamar
yang paling memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang tersedia di dalam
perusahaan. Sedangkan menurut Teguh (2009) menjelaskan bahwa seleksi adalah
proses yang terdiri dari berbagai langkah yang spesifik dari kelompok pelamar
yang paling cocok dan memenuhi syarat untuk jabatan tertentu.
Ada
tiga hal yang menyebabkan seleksi menjadi hal yang penting, yaitu :
1. Kinerja
para manajer senantiasa tergantung pada sebagian kinerja bawahannya.
2. Seleksi
yang efektif penting karena biaya perekrutan yang dikeluarkan oleh perusahaan
dalam pengangkatan pegawai tidak sedikit.
3. Seleksi
yang baik itu penting karena implikasi hukum dari pelaksanaannya secara
serampangan.
Kriteria
dan Teknik Seleksi
Perusahaan
tentu akan mengharapkan para pelamar yang datang memiliki prestasi yang
memuaskan dalam pekerjaannya. Kriteria seleksi menurut Simamora (2004) pada
umumnya dapat dirangkum dalam beberapa kategori yaitu :
1. Pendidikan
2. Pengalaman
kerja
3. Kondisi
fisik
4. Kepribadian
Sebelum
perusahaan memutuskan karakteristik yang akan di seleksi, maka perusahaan
sebaiknya memiliki kriteria sukses yang telah ditetapkan sebelumnya untuk
menentukan cara untuk memprediksi pelamar mana yang mencapai tingkat yang
diharapkan.
Adapun
beberapa teknik seleksi antara lain :
1.
Interview
2.
Tes psikologi
3.
Tes mengenai hal-hal yang berhubungan
dengan pekerjaan
4.
Pusat pelatihan
5.
Biodata
6.
Referensi
7.
Grafologi (ilmu yang berkenaan dengan
tulisan tangan)
Sedangkan
langkah-langkah dalam seleksi yaitu :
1.
Seleksi surat-surat lamaran
2.
Pengisian blanko lamaran
3.
Pemeriksaan referensi
4.
Wawancara pendahuluan
5.
Tes penerimaan
6.
Tes psikologi
7.
Tes Wawancara akhir atasan langsung
8.
Memutuskan diterima atau ditolak
Dasar Seleksi
Dasar
seleksi merupakan penerimaan pegawai baru yang hendaknya berpedoman pada dasar
tertentu yang telah digariskan secara internal maupun eksternal oleh
perusahaan. Menurut Hasibuan (2008) dasar-dasar tersebut antara lain :
Kebijakan perburuhan
atau tenaga kerja oleh pemerintah
1.
Jabatan
2.
Ekonomi rasional
3.
Etika social
Penetapan Jumlah
Pegawai
Hasibuan
(2008) berpendapat bahwa penetapan jumlah pegawai yang baik harus
diperhitungkan dengan cermat agar karyawan yang diterima tepat dan sesuai
dengan volume pekerjaan. Untuk menentukan jumlah pegawai tersebut, dapat
dilakukan dengan metode ilmiah dan metode non ilmiah.
1. Metode
ilmiah
Jumlah karyawan yang akan diterima benar-benar
melalui perhitungan analisis beban kerja standar serta prestasi kerja.
2. Metode
non ilmiah
Jumlah
karyawan yang akan diterima hanya didasarkan atas perkiraan saja bukan dari
standar volume kerja dan beban kerja.
Cara Seleksi
Adapun
cara seleksi yang digunakan oleh perusahaan maupun organisasi dalam penerimaan
karyawan baru dewasa ini dikenal dengan dua cara yaitu :
1.
Non
ilmiah
Yaitu
seleksi yang dilaksanakan tidak didasarkan atas kriteria standar, atau
spesifikasi kebutuhan nyata suatu pekerjaan atau jabatan. Akan tetapi hanya
didasarkan pada perkiraan dan pengalaman saja. Seleksi dalam hal ini dilakukan
tidak berpedoman pada uraian spesifikasi pekerjaan dari jabatan yang akan
diisi. Unsur-unsur yang diseleksi biasanya meliputi hal-hal seperti :
2. Surat
lamaran bermaterai atau tidak
3. Ijazah
sekolah dan daftar nilainya
4. Surat
keterangan kerja dan pengalaman
5. Referensi
atau rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya
6. Wawancara
langsung dengan yang bersangkutan
7. Penampilan
dan keadaan fisik pelamar
8. Keturunan
dari pelamar
9. Tulisan
tangan pelamar
2
Ilmiah
Metode
ilmiah merupakan metode seleksi yang didasarkan pada spesifikasi pekerjaan dan
kebutuhan nyata yang akan diisi, serta berpedoman pada kriteria dan
standar-standar tertentu. Seleksi ilmiah mengacu pada hal-hal antara lain :
1. Metode
kerja yang sistematis
2. Berorientasi
pada kebutuhan riil karyawan
3. Berorientasi
kepada prestasi kerja
4. Berpedoman
pada undang-undang perburuhan
5. Berdasarkan
kepada analisa jabatan dan ilmu sosial lainnya
Faktor – Faktor yang
Mempengaruhi Proses Seleksi
Simamora
(2004) menjelaskan proses seleksi dibuat dan disesuaikan untuk memenuhi
kebutuhan kepegawaian suatu perusahaan ataau organisasi. Ketelitian dari proses
seleksi bergantung pada beberapa faktor, yaitu :
1. Konsekuensi
seleksi yang salah diperhitungkan
2. Yang
mampu mempengaruhi proses seleksi adalah kebijakan perusahaan dan sikap dari
manajemen
3. Waktu
yang tersedia untuk mengambil keputusan seleksi yang cukup lama
4. Pendekatan
seleksi yang berbeda umumnya digunakan untuk mengisi posisi-posisi di jenjang
yang berbeda di dalam perusahaan
5. Sektor
ekonomi dimana individu akan dipilih baik swasta, pemerintah atau nirlaba juga
dapat mempengaruhi proses seleksi
Kendala-Kendala Seleksi
Pelaksanaan seleksi
selalu memiliki kendala walaupun telah direncanakan secara cermat. Hal ini
terjadi karena yang akan diseleksi adalah manusia yang memiliki pikiran,
dinamika, dan harga diri. Kendala-kendala tersebut antara lain :
1. Tolak
ukur
2. Penyeleksi
3. Pelamar
Tujuan Seleksi
Seleksi
merupakan fungsi yang penting karena berbagai macam keahlian yang dibutuhkan
oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya
diperoleh dari proses seleksi. Proses seleksi akan melibatkan proses menduga
yang terbaik (best-guest) dari pelamar yang ada. Seleksi penerimaan
pegawai baru bertujuan untuk mendapatkan hal-hal berikut :
1. Karyawan
yang memiliki potensi
2. Karyawan
yang disiplin dan jujur
3. Karyawan
yang sesuai dengan tugas dan keahlian yang diperlukan
4. Karyawan
yang terampil
5. Karyawan
yang kreatif dan dinamis
6. Karyawan
yang loyal
7. Mengurangi turnover karyawan
8. Karyawan
yang sesuai dengan budaya organisasi
9. Karyawan
yang dapat bekerja sama di dalam perusahaan
10. Karyawan
yang mudah dikembangkan di masa yang akan datang.
Proses dan
Langkah-Langkah seleksi Karyawan
1. Menurut
Hasibuan berikut merupakan langkah-langkah dalam seleksi karyawan :
2. Peramalan
Kebutuhan Tenaga Kerja
3. Penarikan
( recrutment)
4. Seleksi
5. Penempatan,
Orientasi, dan Induksi Karyawan
HASIL
SELEKSI DAN UMPAN BALIK
Hasil
akhir proses seleksi adalah orang yang diterima sebagai karyawan baru. Bila
masukan-masukan seleksi diperhatikan dengan seksama dan langkah-langkah dalam
proses seleksi diikuti secara benar, maka para karyawan baru akan merupakan
sumber daya manusia yang produktif. Dan karyawan produktif adalah bukti paling
baik suatu proses seleksi yang efektif.
Untuk
mengevaluasi baik karyawan baru maupun proses seleksi diperlukan umpan balik.
Umpan balik ini mungkin mencakup informasi tentang kepuasan karyawan, perputaran
dan absensi, prestasi kerja, kegiatan serikat kerja, atau sikap penyelia. Umpan
balik yang konstruktif diperoleh melalui diperoleh melalui serangkaian
pertanyaan tertentu. Bagaimana karyawan baru menyesuaikan diri dengan
organisasi? Bersikap terhadap pekerjaan? Terhadap karier dimana pekerjaan
merupakan salah satu komponen? Dan akhirnya, bagaimana karyawan melaksanakan
pekerjaan? Jawaban-jawaban untuk masing-masing pertanyaan tersebut memberikan
umpan balik tentang karyawan baru dan proses seleks
Bab III
Contoh kasus
Contoh Kasus
Proses Seleksi pada PT
Central Prima Kelola
Berdasarkan hasil job
deskripsi dan job spesifikasi di hasilkan bahwa PT Central Prima Kelola
Membutuhkan Engineer dengan sfesifikasi
sebagai berikut :
·
Pendidikan Lulusan D3
·
Umur Maksimal 30 Tahun
·
Berpengalaman
·
IPK 3,00
·
Tinggi Badan 155 cm untuk Wanita dan 160
cm untuk Pria.
Proses Rekrutmen
Dasar kegiatan rekrutmen :
·
Dibutuhkan Engineer untuk proyek di PT Central Prima Kelola
·
Ada Kebutuhan yang direncanakan dan tidak direncanakan.
Penentuan Sumber Rekrutmen
·
Sumber eksternal yang diperoleh dari lingkungan luar seperti refrensi karyawan.
·
Dalam mendapatkan sumber pelamar di PT Central Prima Kelola belum
memiliki hubungan kerjasama dengan lembaga pendidikan umum maupun lembaga
pendidikan
Metode Rekrutmen
Metode yang digunakan dalam rekrutmen karyawan
adalah metode terbuka, karena informasi disebarluaskan kepada semua pihak baik
internal maupaun eksternal perusahaan dengan menggunakan berbagai media seperti
Surat kabar dan Internet
Proses Seleksi
Dasar Seleksi
Harapan
perusahaan PT CPK adalah mendapatkan engineer yang terlatih dan kompeten, serta mendapatakan
karyawan yang tidak hanya memeiliki profesionalitas namun juga baik dari segi
keagamaannya.
Kualifikasi Seleksi
Kriteria karyawan yang
akan lulus seleksi adalah :
·
Berdasarkan apa yang ada dalam form
wawancara
·
Berpengalaman diatas 1 tahun
·
Karyawan memiliki kemampuan penunjnag
seperti memiliki inisiatif, motivasi, kreatif, memiliki pengetahuan agama
yang baik dan berpenampilan baik.
Langkah-Langkah Seleksi
:
·
Seleksi berkas lamaran
·
Pemanggilan
·
Tes tulis
·
Wawancara
·
Tes keterampilan yang dilakukan selama 2
hari.
·
Setelah ada rekomendasi untuk diterima
maka selanjutnya dilakukan tes kesehatan dan psikotes.
Daftar Pustaka
Hasibuan, 2012,
Manajemen Sumber Daya Manusia (edisi revisi), Bumi Aksara, Jakarta
HRD PT Central Prima
Kelola
http://sahabudinrasyid.blogspot.co.id/2014/11/rekrutmen-dan-seleksi-karyawan.html
Kamis, 17 September 2015
Proses Rekrutmen di PT Central Prima Kelola
Tugas Manajemen Sumber Daya Manusia
Ahmad Muqorrobin
NIM : 41615110052
Kode Tugas : A07
Proses Rekrutmen di PT Central Prima Kelola
Ahmad Muqorrobin
NIM : 41615110052
Kode Tugas : A07
Proses Rekrutmen di PT Central Prima Kelola
Bab I
Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
Manajemen
Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya
manusia dalam organisasi. Salah satu kunci utama dalam menciptakan Sumber Daya
Manusia (SDM) yang profesional adalah terletak pada proses rekrutmen. Mencari
tenaga kerja yang profesional dan berkualitas tidaklah gampang. Merupakan
sebuah kewajiban dalam sebuah organisasi dan perusahaan-perusahan harus
melakukan penyaringan untuk anggota atau para pekerja yang baru. Untuk itulah
rekrutmen tenaga kerja dibutuhkan untuk menyaring para pelamar yang ingin
melamar. Dalam organisasi, rekrutmen ini menjadi salah satu proses yang penting
dalam menentukan baik tidaknya pelamar yang akan melamar pada organisasi
tersebut.
Apapun
alasannya, jika terjadi lowongan pekerjaan dalam suatu organisasi maka lowongan
tersebut haruslah diisi. Salah satu cara untuk mengisi lowongan tersebut adalah
dengan melakukan proses rekrutmen. Dalam makalah ini akan dibahas beberapa hal
mengenai rekrutmen, mulai dari pengertian sampai dengan metode penempatan di PT Central Prima Kelola.
B.
Rumusan masalah
1. Pengertian
rekrutmen
2. Tujuan
rekrutmen
3. Sumber dan Metode rekrutmen di
Central Prima Kelola
C.
Tujuan
Tujuan
dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi mengenai rekruten di PT Central Prima Kelola Sehingga dapat menambah wawasan pembaca mengenai rekrutmen MSDM.
Bab
II
Isi
1. Pengertian
Rekrutmen
Rekrutmen
pada hakikatnya merupakan proses menentukan dan menarik pelamar yang mampu
untuk bekerja dalam suatu perusahaan. Rekrutmen pada hakikatnya merupakan
proses menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk bekerja dalamsuatu
perusahaan
Ada beberapa pengertian
rekrutmen menurut para ahli, sebagai berikut:
·
Menurut Singodimedjo (2000),menyatakan
“rekrutmen merupakan suatu proses mencari, mengadakan, menemukan, dan menarik
para pelamar untuk dipekerjakan dalam suatu organisasi.
·
Drs.
Fautisno Cardoso Gomes (1995:105) menyatakan
bahwa “rekruitmen merupakan proses mencari, menemukan dan menarik para pelamar
untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi.”
·
Menurut Randall
S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227) dalam Nanang Nuryanta
(2008) rekrutmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah
calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka
perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi
lowongan pekerjaan yang ada.
·
Menurut Noe at. all ( 2000 ) rekrutmen
didefinisikan sebagai pelaksanaan atau aktifitas organisasi awal dengan tujuan
untuk mengidentifikasi dan mencari tenaga kerja yang potensial.
Proses rekrutmen dimulai
ketika para pelamar dicari dan berakhir ketika lamaran mereka diserahkan. Agar efektifitas
dan efisiensi organisasi terwujud diperlukan roses rekrutmen yang tepat dengan
dilandasi perencanaan yang matang.
2. Tujuan
rekrutmen
Menurut Henry Simamora
(1997:214) rekrutmen memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut:
·
Untuk memikat sebagian
besar pelamar kerja sehingga organisasi akan mempunyai kesempatan yang lebih
besar untuk melakukan pemilihan terhadap calon-calon pekerja yang dianggap
memenuhi standar kualifikasi organisasi.
·
Tujuan pascapengangkatan
adalah penghasilan karyawan-karyawan yang merupakan pelaksana-pelaksana yang
baik dan akan tetap bersama dengan perusahaan sampai jangka waktu yang masuk
akal.
·
Meningkatkan citra umum
organisasi, sehingga para pelamar yang gagal mempunyai kesan-kesan positif
terhadap organisasi atau perusahaan.
3. Sumber
rekrutmen
Sumber-sumber rekrutmen adalah pelamar
langsung, lamaran tertulis, lamaran berdasarkan informasi, orang lain, jalur
iklan, perusahaan penempatan tenaga kerja, perusahaan pencari tenaga kerja
profesional, lembaga pendidikan, organisasi profesi, serikat pekerja, dan
melalui balai latihan kerja milik pemerintah.
a)Pelamar
Langsung
Pelamar langsung sering dikenal dengan
istilah “applications at the gate”. Artinya para pencari pekerjaan
datang sendiri ke Manegement office Central park mall untuk melamar, ada kalanya tanpa mengetahui
apakah di organisasi yang bersangkutan ada atau tidak ada lowongan yang sesuai
dengan pengetahuan, keterampilan atau pengalaman pelamar yang bersangkutan.
b) Lamaran
Tertulis
Para pelamar yang mengajukan lamaran
tertulis melengkapi surat lamarannya dengan berbagai bahan tertulis mengenai
dirinya, seperti surat keterangan berbadan sehat dari dokter, surat kelakuan
baik dari instansi pemerintah yang berwenang, salinan atau fotokopi ijasah dan
piagam yang dimiliki, surat referensi dan dokumen lainnya yang dianggap perlu
diketahui oleh perekrut tenaga kerja baru yang akan menerima dan meneliti surat
lamaran tersebut.
c) Lamaran Berdasarkan
Informasi Orang Dalam
Para anggota organisasi berbagai pihak yang
diketahuinya sedang mencari pekerjaan dan menganjurkan mereka mengajukan
lamaran. Berbagai pihak itu dapat sanak saudara, tetangga, teman sekolah,
bersal dari suatu daerah dan lain sebagainya. Sumber rekrutmen ini layak
dipertimbangkan karena beberapa alasan, yaitu:
·
Para pencari tenaga kerja baru memperoleh
bantuan dari pihak dalam < management > untuk mencari tenaga kerja baru sehingga
biaya yang harus dipikul oleh organisasi menjadi lebih ringan.
·
Para pegawai yang menginformasikan lowongan
itu kepada teman atau kenalannya agar berusaha agar hanya yang paling memenuhi
syaratlah yang melamar.
·
Para pelamar sudah memiliki bahan informasi
tentang perusahaan yang akan dimasukinya sehingga lebih mudah melakukan
berbagai penyesuaian yang diperlukan jika lamarannya ternyata diterima.
·
Pengalaman banyak organisasi menunjukkan
bahwa pekerja yang diterima melalui jalur ini menjadi pekerja yang baik karena
mereka biasanya berusaha untuk tidak mengecewakan orang yang membawa mereka ke
dalam organisasi.
d) Iklan
Pemasangan
iklan merupakan salah satu jalur rekrutmen yang paling sering dan paling banyak
digunakan. Iklan dapat dipasang diberbagai tempat dan menggunakan berbagai
media, baik visual, audio, maupun yang bersifat audio visual
·
Metode Rekrutmen di PT Central Prima Kelola
Metode dari dalam perusahaan
meliputi:
1.
Penempatan pekerjaan
2.
Inventarisasi keahlian
3.
Penawaran pekerjaan
4.
Rekomendasi karyawan
Metode rekrutmen dari
luar perusahaan meliputi:
1.
Kalangan lembaga pendidikan
2.
Pengguna advertensi
3.
Agen atau biro pencari kerja
Keunggulan rekrutmen
internal:
1.
Karyawan telah familiar dengan perusahaan
2.
Biaya rekrutmen dan pelatihan lebih rendah
3.
Meningkatkan moral dan motivasi
4.
Peluang berhasil lebih tinggi , karena penilaian kemampuan lebih
cepat.
Kelemahan rekrutmen
internal:
1.
Konflik politik promosi posisi
2.
Tidak berkembang
3.
Masalah moral tidak dipromosikan
Kelebihan rekrutmen
eksternal:
1.
Memiliki gagasan dan pendekatan baru
2.
Bekerja mulai lembaran bersih dan memperhatikan spesfikasi
pengalaman
3.
Tingkat pengetahuan dan keahlian tidak tersedia dalam perusahaan
sekarang
Kelemahan rekrutmen
eksternal
1.
Keterbatasan keteraturan antara karyawan dan perusahaan
2.
Moral dan komitmen karyawan rendah
3.
Periode penyesuaian yang lama
Tantangan Proses
Rekrutmen
A. Dalam Organisasi:
· Kebijaksanaan pemberian kompensasi
· Kebijaksanaan pemberian kompensasi
·
Status dari pegawai
·
Perencanaan SDM
·
Tuntutan tugas yang kelak akan dilaksanakan
B. Kebiasaan Para
Pencari kerja
C. Kondisi Eksternal
·
Tingkat pengangguran
·
Kompetitor
·
Kelangkaan perundang-undangan tenaga kerja
·
Praktik rekrutmen organisasi lain
Bab
II
Penutup
A. Kesimpulan
Dalam
menjaga eksistensi suatu organisasi diperlukan proses rekrutmen yang tepat dan
memenuhi syarat. Berjalannya proses rekrutmen ditentukan oleh faktor dari dalam perusahaan dan faktor dari luar (lingkungan) perusahaan. Untuk itu diperlukan
perhatian yang khusus dalam mengelola proses rekrutmen pada suatu perusahaan.
Dari mulai perencanaaan sampai dengan saat rekrutmen tersebut dijalankan dan
penempatan dijalankan.
B. Saran
Pada
proses rekrutmen harus disesuaikan antara kemampuan pelamar kerja dan deskripsi
pekerjaan yang ada. Agar nantinya tidak ada pekerjaan yang ditempati oleh orang
yang tidak sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Hal ini perlu dilakukan
agar organisasi yang menerima pelamar kerja dapat berjalan dengan baik.
DAFTAR
PUSTAKA
.
Martoyo .2000. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE,
Sutrisno,edy.2010.Manajemen Sumberdaya
Manusia.jakarta:gramedi
Langganan:
Postingan (Atom)
